LIVE TV
JN Menang Telak, Nahkodai Yayasan Budhi Luhur Kuala Tungkal PT LPPPI Sukses Hidupkan Kawasan Hijau, Panen Semangka “Montok” Bersama Petani Binaan Sijago Merah Ngamuk Lagi Tengah Malam di Pemukiman Warga, Belasan Bangunan Ludes Pelantikan Panwascam Tanjab Barat Berlangsung Khidmat, Ketua Bawaslu : Hari Ini Istimewa Miris, 31 Kali Kebakaran Januari Hingga Oktober 2022 di Tanjabbar

Home / DAERAH JAMBI / POLITIK

Rabu, 2 Desember 2020 - 12:23 WIB

‘Santai Tapi Cemerlang’ Mengenal Lebih Dekat Cabup UAS, Semasa Kecil Hingga Dewasa dari Orang Terdekat

DEWARTA.COM – Sebagai seorang putra ulama yang cukup disegani di Kuala Tungkal, Syekh M Ali Bin Syekh Abdul Wahab pengasuh Pondok Pesantren Albaqiyatush Shalihat, sekaligus Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah adalah hal yang lumrah jika ada perlakuan yang sedikit berbeda terhadap sosok Ustadz KH Anwar Sadat (UAS) kecil saat itu. Saat masih duduk di bangku sekolah.


Namun sebagaimana lazimnya bocah cilik seusianya, di luar jam belajar UAS kecil juga asyik bermain dan bergaul dengan teman-teman seusia dengannya. 


Di antara sekian banyak kisah UAS saat masih usia belia hingga menginjak usia belasan tahun. Di saat akan menghadapi ujian kenaikan kelas, UAS berbeda dengan yang lainnya, ia terlihat tenang dan tidak panik, maupun terlihat ngebut belajar. UAS terkesan santai dan rileks. 


Melihat hal ini, saudara laki-laki UAS, yang akrab disapa Ustadz Latif mendekati UAS dan mengingatkannya supaya belajar, mengulang-ulang pelajaran supaya tidak tertinggal nilai sekolah dari kawan-kawan sekelas.


UAS yang mendapat teguran dan masukan dari saudara laki-lakinya itu terlihat memilih diam, namun juga tidak membantah.

Di sisi lain, UAS menyempatkan diri membuka sebentar satu persatu dan melihat sekilas beberapa isi buku. Lalu ia memutuskan mengerjakan hal lain selain belajar. Hal ini sering terjadi. 


Namun ajaibnya, saat hasil ujian keluar, justru nilai yang diperoleh UAS selalu tinggi di atas rata-rata teman sekelas. Meski terkesan santai saat belajar.


“Begitulah Ustad Anwar Sadat kita ini. Beliau belajarnya sangat santai, tidak ngoyo atau ngotot, tapi pas ujian tiba-tiba pikiran beliau terbuka dengan mudah bisa menjawab soal-soal yang diberikan dan nilainya tinggi tinggi lagi,” ungkap salah satu orang dekat UAS, jelang Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat, digelar belum lama ini, Rabu (25/11/20).

Baca Juga  Wabup Tanjabbar Audiensi dan Diskusi Bersama PFHT


Karena kecerdasannya itu, akhirnya UAS dipercaya menjadi Dosen tetap di IAIN/UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.


“Salah satu syarat yang cukup berat dirasakan oleh beberapa kawan yang ikut bersaing melamar jadi Dosen staf pengajar di IAIN Sultan Thaha Saifuddin yang sekarang namanya sudah berganti jadi UIN Sultan Thaha Saifuddin saat itu adalah syarat TOEFL yang harus di atas 500 untuk bisa lulus jadi dosen saat itu,” tutur UAS.


Lain lagi, orang dekat sekaligus orang kepercayaan UAS, Ghazali menuturkan bahwa UAS adalah sosok yang penyabar. Jika menghadapi suatu masalah ia akan memilih diam atau tidak bicara. Hingga suasan mencair kembali atau ditemukan solusi.


“Saya juga pernah beliau diamkan sampai berhari-hari. Karena saya ngotot minta beliau mau jadi pengurus salah satu kelompok organisasi. Jadi saya sempat salah paham. Tapi, akhirnya saya sadar saya keliru sudah memaksa beliau. Begitu saya datangi lagi obrolan kami mencair lagi. Seperti tidak pernah ada masalah sebelumnya,” ungkap Ghazali.


“Intinya Ustad Anwar Sadat ini sejauh saya bergaul saya nilai dia mewarisi sifat sabar Ayahnya. Sabar kepada orang terdekat, keluarga maupun orang lain,” urai Ghazali, tentang kepribadian Calon Bupati Tanjab Barat berpasangan dengan politisi muda dan pemimpin berbakat dari Ulu, Cawabup Hairan, nomor urut 2 dengan slogan Tanjabbar ‘BERKAH. 

Baca Juga  Polres Tanjabbar Terjunkan Tim Khusus Pantau dan "Sikat" Money Politik


“Dan saya yakin beliau memang sudah ada garis tangannya menjadi pemimpin, sebab dari kecil bagaimana ia punya perhatian terhadap kondisi jalan lingkungan yang rusak dan dari nama beliau sendiri sudah ada tanda-tanda itu. Sebab sebagaimana orang rata-rata tahu bahwa orang tua beliau, tuan guru kita kasyaf. Tentunya tidak akan sembarangan memberi nama anak beliau sendiri, tanpa mendapat petunjuk ilham terlebih dahulu. Sehingga akhirnya memutuskan memberikan nama Anwar Sadat yang sangat erat dengan makna Pemimpin Besar yang membawa dari kegelapan ke arah sinar terang dan mencerahkan,” timpal warga Tanjabbar lainnya. 

Ustadz KH Anwar Sadat, lahir di Kualatungkal tepat pada tanggal 21 Januari 1966, anak ke-4 Tokoh Sufi Tanjab Barat, Syek M Ali.

KH Anwar Sadat yang akrab disapa UAS ini memiliki Istri bernama Hj Fadhilah dan dikaruniai lima orang anak, dua prempuan tiga laki-laki.

UAS merupakan salah satu alumni SD MHI Kualatungkal, MTs PHI Kualatungkal, dan MA PHI Kualatungkal. Jebolan dari S1 Fakultas Ushuluddin IAIN STS Jambi dan Alumni S2 Falkutas IAIN Sumatera Utara ini, dan sempat menicicipi bangku perkuliahan studi doktor di Yogyakarata, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya ke dunia politik.

UAS cukup lama bergulat dengan dunia pendidikan dengan menjadi Dosen Pengajar di IAIN/UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ushuluddin dari 1993 – 2015. (sya)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Bupati Ambil Kebijakan Baru Pintu Air yang Rusak Kebun Warga

DAERAH JAMBI

Hadiri HUT Tanjabbar ke-58, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza Beri Pesan Penting

DAERAH JAMBI

Blusukan Dengar Curhat Warga Desa Kuala Indah, UAS Nilai Perlu Tambah Anggaran Guru PAUD, Penyuluh dan Madrasah

DAERAH JAMBI

Kekuatan Bertambah, Warga Pematang Tembesu Yakin UAS-Hairan Pemenang Pilkada

DAERAH JAMBI

Bupati dan Wabup Targetkan Perbaikan Jembatan Halte Pengabuan Ini di APBDP

DAERAH JAMBI

DPC PKB Kabupaten Tanjabbar Deklarasikan Muhaimin Iskandar Capres 2024

DAERAH JAMBI

Peringatan HKN ke-59 di Tanjab Barat Sukses dan Meriah, Ada Door Prize dan Sunatan Massal

DAERAH JAMBI

Ketua PWI Tanjabbar Terharu Wakapolres Kerinci Kompol Wirmanto Ikut Beri Ucapan Selamat