DEWARTA.COM, TANJAB BARAT – Upaya tetap mempertahankan kualitas menu di saat harga barang kebutuhan dapur cenderung merangkak naik memang tidak mudah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memutar otak supaya tetap mempertahankan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hampir selama dua bulan terakhir kenaikan harga paling mencolok ada pada harga ayam potong yang naik cukup drastis yang semula berada pada kisaran harga Rp 35.000 – Rp 38.000 per kilogram kini merangkak naik pada kisaran harga Rp 45.000 – Rp 48.000 per kilogram.
Salah satu SPPG yang beroperasi di dalam Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengaku terpaksa menyiasati kenaikan harga Ayam Potong ini dengan memilih alternatif menggunakan Ayam Fillet. Karena Ayam Fillet yang meskipun secara harga lebih mahal dibanding Ayam Potong, namun potongannya bisa lebih banyak pembagiannya.
“Ayam sekarang mahal cara menyiasatinya ayam potong sekarang harga sekitar Rp 48.000 yang biasanya kita potong 10 jadi dapat untuk 10 porsi MBG. Jadi kami pakai ayam fillet yang 1 kilonya memang harganya lebih mahal Rp 56.000 tapi bisa dapat lebih dari 10 potong ayam untuk lebih 10 porsi menu MBG,” beber Kepala SPPG Tungkal III, Tungkal Ilir, Tanjab Barat, M. Rezki.
Tingginya harga Ayam ini, Kepala Dinas Koperindag UMKM Tanjab Barat, Syawaludin Tanjung, membenarkan bahwasanya per hari ini harga Ayam masih cukup tinggi berada pada kisaran harga Rp 47.000 – Rp 48.000 per kilogram.
Syawaludin mengatakan, terkait kenaikan harga ayam potong dan kebutuhan dapur lainnya, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk memantau dan mengontrol harga pasar.
Ia mengatakan kenaikan harga ayam potong sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir yang dipicu oleh tingginya kebutuhan akan ayam.
“Ya, kita sudah lakukan sidak ke pasar. Kita lakukan pemantauan supaya tidak terjadi penimbunan dan lonjakan harga yang diluar kewajaran supaya stok barang dan harga tetap terkontrol,” kata Kepala Dinas Koperindag UMKM Tanjab Barat, Syawaluddin Tanjung, Rabu (09/09/26).
“Dari hasil sidak itu kami dapatkan harga ayam paling mencolok naiknya. Sementara harga kebutuhan dapur lainnya relatif stabil. Sidak akan masih terus kita lakukan supaya jangan sampai terjadi penimbunan,” tandasnya. (eng)







