DEWARTA.COM, TANJAB BARAT – Kemeriahan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-61 dan HUT RI ke-81, sedikit diselipi cerita duka, Putra (18), Warga Kampung Nelayan, Tungkal Ilir, harus mengalami nasib na’as jatuh dari batang pinang yang sudah dilumuri oli setinggi sekitar 6 meter.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Lomba Panjat Pinang, M. Haviz menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh terhadap proses penyembuhan, Putra (18) korban Lomba Panjat Pinang yang jatuh dari ketinggian saat berusaha meraih hadiah panjat pinang. Putra yang merupakan warga Kampung Nelayan tersebut.
“Ya, sudah kita bawa berobat ke rumah sakit. Sudah ketemu dengan pihak keluarga korban, dan saat ini (korban) sudah pulang ke rumah,” terang M. Haviz, Kamis (13/08/26).
Selain mengobati korban, M. Haviz yang juga merupakan Kepala Dinas PMPTSP Tanjab Barat, mengatakan juga memberikan santunan kepada korban.
“Atas nama pemerintah daerah kami menyatakan turut prihatin. Kita juga berikan tali asih kepada keluarga korban,” beber Haviz.
Seperti diketahui, korban, Putra (18), jatuh dari batang pinang setinggi sekitar 6 meter yang sudah dilumuri oli saat ikut Lomba Panjat Pinang yang digelar pada Rabu (12/08/26) sore. Korban langsung dilarikan ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, setelah mengalami benturan keras jatuh ke tanah dalam kondisi terlentang dan mata melotot.
Sementara hasil dari rrontgen menunjukkan tulang rusuk, punggung dan kaki tidak ada cedera, untuk lluka robek ada 5 jahitan di pelipis dan pasien sudah dipulangkan ke rumahnya. (eng)








