LIVE TV
JN Menang Telak, Nahkodai Yayasan Budhi Luhur Kuala Tungkal PT LPPPI Sukses Hidupkan Kawasan Hijau, Panen Semangka “Montok” Bersama Petani Binaan Sijago Merah Ngamuk Lagi Tengah Malam di Pemukiman Warga, Belasan Bangunan Ludes Pelantikan Panwascam Tanjab Barat Berlangsung Khidmat, Ketua Bawaslu : Hari Ini Istimewa Miris, 31 Kali Kebakaran Januari Hingga Oktober 2022 di Tanjabbar

Home / DAERAH JAMBI

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:20 WIB

Anggota DPRD Tanjabbar Jamal Desak Pangkas Tunjangan ASN

DEWARTA.COM, KUALATUNGKAL – Suara lantang dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) yang mendesak dilakukannya pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Desakan ini muncul menyusul tidak adanya alokasi belanja modal atau anggaran pembangunan dalam rancangan APBD 2026 yang disampaikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

​Dalam rapat Banggar bersama TAPD, anggota DPRD menyoroti bahwa salah satu fungsi utama APBD adalah membiayai pembangunan daerah.

Namun, tidak adanya pos belanja modal pada APBD 2026, sangat disayangkan. Kondisi ini diperparah dengan besarnya TPP ASN yang dianggarkan mencapai Rp212 miliar untuk tahun 2025, yang menjadi acuan pembahasan.

Baca Juga  Bupati Anwar Sadat Buka Kegiatan Pendampingan Teknis SPIP dan Sosialisasi Pendidikan Politik Tahun 2025

​Anggota dewan Tanjabbar, Jamal Darmawa sie mengatakan, agar TPP ASN dikurangi porsinya untuk dialihkan ke belanja modal pembangunan. Dengan mengusulkan pengurangan sekitar Rp50 miliar dari anggaran TPP tersebut.

​” Kami masih melihat TPP yang cukup besar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebesar Rp212 miliar pada tahun 2025. Kami tidak meminta seluruhnya untuk digunakan ke pembangunan, tapi ada porsi yang mungkin perlu dikurangi oleh Pak Bupati terkait TPPAD untuk pembangunan Tanjung Jabung Barat di 2026,” ujarnya, Senin (20/10/25).

​Pengurangan ini, Kata Jamal dianggap menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk mengalokasikan dana pembangunan. Pemotongan anggaran rutin diyakini hanya akan menghasilkan dana yang sangat kecil, sekitar Rp5 miliar, yang hanya cukup untuk satu proyek jalan.

​” Kalau pemotongan di struktur lain, tadi sudah disampaikan Pak Bupati, sudah hampir seluruhnya dilakukan pemangkasan, dan itu tidak terlalu besar. Belanja rutin kalau kita lakukan pemangkasan, paling kita dapatkan sekitar Rp5 miliar. Kalau Rp5 miliar untuk belanja modal pembangunan, itu cuman satu jalan mungkin sudah selesai,” Tegasnya.

Baca Juga  Virtual, Bupati Tanjab Barat Rakor Inflasi Daerah Tahun 2023

Jamal menyebutkan, ​dengan alokasi dana sebesar Rp50 miliar dari pemotongan TPP, diharapkan jalan-jalan lingkungan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang selama ini menjadi persoalan dapat kembali dibangun.

“Langkah ini diambil menyikapi tantangan berat yang dihadapi Pemkab Tanjabbar dengan perkiraan pemangkasan Dana Transfer Daerah, oleh Pemerintah Pusat yang mencapai sekitar Rp592,4 miliar hingga Rp600 miliar untuk APBD 2026, yang berpotensi menyebabkan APBD defisit dan mengancam program pembangunan.” tandasnya. (eng)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Fasha Lantik dan Kukuhkan Pengurus DPD NasDem Tanjabbar, Riano : Terima kasih atas Kepercayaan Ini

DAERAH JAMBI

Wabup Tanjabbar Hadiri Bio CF – ISFL 2025 di Hotel Aston

DAERAH JAMBI

Paham Kebutuhan Masyarakat, Bupati UAS Resmikan Gedung Baru SDN 29 Pasar Senin

DAERAH JAMBI

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2024 di Tanjab Barat Meriah

DAERAH JAMBI

Polres Tanjab Barat Berhasil Tangani Ratusan Kasus Sepanjang Tahun 2022

DAERAH JAMBI

Dinas Pendidikan Tanjabbar Musnahkan Ribuan Ijazah

DAERAH JAMBI

Warga Resah Badan Gatal, Diduga Limbah PT IIS Cemari Sungai Benanak

DAERAH JAMBI

Bupati Romi : TMMD Solusi Efektif di Tengah Keterbatasan Daerah