LIVE TV
JN Menang Telak, Nahkodai Yayasan Budhi Luhur Kuala Tungkal PT LPPPI Sukses Hidupkan Kawasan Hijau, Panen Semangka “Montok” Bersama Petani Binaan Sijago Merah Ngamuk Lagi Tengah Malam di Pemukiman Warga, Belasan Bangunan Ludes Pelantikan Panwascam Tanjab Barat Berlangsung Khidmat, Ketua Bawaslu : Hari Ini Istimewa Miris, 31 Kali Kebakaran Januari Hingga Oktober 2022 di Tanjabbar

Home / DAERAH JAMBI / PENDIDIKAN

Jumat, 25 September 2020 - 07:03 WIB

KH Anwar Sadat : Idealnya, Jangan Ada Pagar Pemisah Antara Pemerintah dan Rakyat

DEWARTA.COM – Sebagai seorang akademisi dan tumbuh di lingkungan agamis, membuat KH Drs Anwar Sadat, M.Ag punya perspektif tersendiri dalam memandang hubungan antara pemerintah dan rakyat.


Putra ulama kharismatik, Syekh Ali Bin Abdul Wahab ini mengatakan bahwa konsep pemerintahan dalam bingkai kacamatanya, seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Saling melengkapi dan saling mengisi. Dan akan berjalan tidak normal roda suatu pemerintahan, jika pemerintah yang sedang berkuasa saat itu mengambil jarak dengan rakyat atau masyarakat yang dipimpinnya.

Baca Juga  Sidang Kasus Kapal Batu Bara di PN Kualatungkal Berjalan Alot, Kuasa Hukum Nilai JPU Gagal Paham

Sehingga suara rakyat tidak terdengar lagi di kuping penguasa, karena dibatasi jarak. Alhasil, jalannya demokrasi macet, keadilan dan kesejahteraan hanya sebatas impian dari seabrek program dan janji janji manis yang sulit terealisasi.

“Seperti satunya rohani dan jasmani, maka rakyat dan pemerintah mestinya tidak ada pagar pemisah. Harus dihancurkan  pagar pemisah itu, jika ingin keadilan dan kesejahteraan terwujud,” urai mantan staf pengajar  di Fakultas Ushuluddin IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini, Jumat (25/9/20).


Dengan tidak adanya tembok tebal pagar pemisah, lanjut mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi itu, maka insyaallah jalannya konsep demokrasi akan berjalan dengan baik, keadilan dan kesejahteraan insyaallah bisa terwujud. 

Baca Juga  Wabup Katamso Sambut Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan UNJA


Sehingga pemerintahan otoriter yang cenderung bertindak sesuka hati, lalu memasang tembok pagar tinggi sebagai pemisah antara rakyat dan pemerintah tidak punya tempat lagi di hati rakyat.


“Sebaliknya, dalam pandangan saya, rakyat itu justru nomor 1, dan pemerintah nomor 2,” ujar sosok yang pernah memgambil konsentrasi disertasi ilmu politik saat menempuh studi doktoral di salah satu Universitas di Yogyakarta itu. (*)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Hadiri Rembuk Stunting 2021, Bupati : Fokus Pada Kantong Stunting

DAERAH JAMBI

Waka Haikal Nyoblos di TPS 01 Sebapo

DAERAH JAMBI

Wabup Tanjab Barat Hadiri Peresmian Loket Pelayanan Pertanahan

DAERAH JAMBI

Dorong Transformasi Digital Pelabuhan, Bupati Tanjab Barat Kunjungi PT ASDP Batam

DAERAH JAMBI

Ribuan Pelampung Dibagikan Pada Hari Bhayangkara ke-78, Bupati Tanjabbar Beri Apresiasi

DAERAH JAMBI

Peduli, Kapolres​ Tanjab Barat Agung Beri Bantuan ke Korban Angin Puting Beliung Desa Pembengis ​

DAERAH JAMBI

Bupati Dampingi Gubernur Pembukaan MTQ ke-50

DAERAH JAMBI

Bupati Didampingi Dirut RSUD Daud Arif Resmikan Gedung Paviliun dan Hemodialisa, Sahala : Kami Janji Beri Pelayanan Terbaik