DEWARTA.COM, TANJAB BARAT – Haul Akbar Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qadir Jailani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Rabu (23/09/26) pagi yang dihadiri sebanyak 30.000 jamaah berjalan penuh khidmat dan membawa keberkahan.
Haul Akbar yang masuk dalam agenda event Wisata Religi Pemkab Tanjung Jabung Barat melalui leading sektor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga tersebut dihadiri puluhan ribu jamaah yang berasal dari berbagai penjuru daerah dan dari berbagai kalangan usia.
Selain itu, juga hadir para alim ulama, masyayikh, tokoh agama, habaib, Kiai, tuan guru, masyayikh dan mursyid Thariqah Al-Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah, para tokoh masyarakat, santri, jamaah, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Meskipun terik panas matahari terasa membakar kulit, namun tak mematahkan semangat mereka yang berniat hadir merayakan haul, hingga terlihat tumpah ruah memadati halaman Ponpes Albaqiyatusshalihat sampai sepanjang ruas jalan Prof. Dr. Sri Soedewi MS.



Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an yang dipimpin Pengasuh Ponpes Albaqiyatusshalihat Tuan Guru KH. Abdul Hakim, S.Ag dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rijalul Fiqri, perwakilan Provinsi Jambi pada cabang remaja putra dalam MTQ Tingkat Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. turut menghadiri Haul Akbar Sultanul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sekaligus Milad Majlis Ta’lim Al-Hidayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ke-47 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul. Haul yang mengandung makna religius tersebut juga memberi dampak positif bagi geliat perekonomian bagi dunia usaha dan UMKM bagi masyarakat Tanjab Barat.
Dari sisi keagamaan mempererat ikatan bathin dan silaturahmi bersama para ulama, masyayikh, santri dan jamaah, sementara di sisi lain dengan kehadiran puluhan ribu jamaah memberi dampak positif bagi dunia usaha dan UMKM dalam suasana penuh keberkahan.
“Peringatan haul bukan sekadar agenda seremonial mengenang wafatnya ulama besar, melainkan momentum penting untuk meneladani ilmu, ibadah, ketawadhuan, dan akhlak orang-orang saleh,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, ajaran Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sebagaimana tertuang dalam karya beliau Al-Ghunyah, mengajarkan bahwa syariat dan tasawuf tidak dapat dipisahkan. Kedekatan kepada Allah SWT harus tercermin dalam kasih sayang dan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tasawuf tidak hanya hidup di majelis dan masjid, tetapi juga di rumah, pasar, kantor, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
Ia menilai nilai-nilai akhlak tersebut memiliki relevansi dalam pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pembangunan fisik, kata Bupati, perlu diimbangi dengan pembangunan manusia yang berakhlak dan berintegritas.
“Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memasukkan agenda Haul Akbar ini sebagai bagian dari event wisata religi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebagai wujud komitmen membangun daerah yang berkah dan madani,” ujar bupati.
Melalui agenda wisata religi ini pun telah memberi dampak positif bagi peningkatan pemasukan dari sektor perekonomian masyarakat yang berkecimpung di sektor bisnis perhotelan dan UMKM sebagai wujud dari kearifan lokal.
Di hadapan para santri dan generasi muda, Bupati juga mengajak agar menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, bersih hatinya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan keterampilan zaman.
“Daerah kita membutuhkan generasi yang religius sekaligus profesional,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, para masyayikh, ulama dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan sukses dan khidmat.
Sementara dari unsur pemerintahan hadir Wakil Gubernur Jambi, Wakil Bupati Bungo, Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Ramadhanil, unsur Forkopimda, Ketua GOW dan Ketua DWP Kabupaten Tanjung Jabung Barat, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, unsur vertikal, perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir beserta rombongan.
Selanjutnya, Wakil Gubernur Jambi dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum haul dan silaturahmi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiah serta menjaga persatuan dan kesatuan.
Wakil Gubernur juga mengajak seluruh jamaah agar bijak dalam menerima dan menyikapi berbagai informasi maupun isu yang berkembang. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta senantiasa menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Tuan Guru KH. Muhammad Syafi’i Aslam, Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Sifyaul Qulub Samarinda, Kalimantan Timur.

Dalam tausiahnya, KH. Muhammad Syafi’i Aslam menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat serta bangsa di tengah dinamika perkembangan zaman dan juga mudah dipecah belah dan diadu domba sehingga menimbulkan perpecahan dan kegaduhan.
Ia mengajak jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, Ulama besar Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, serta para alim ulama dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya wali Allah adalah tiang nya alam semesta. Satu wafat maka satu tiang runtuh, dua wafat maka dua tiang runtuh. Dan salah satu di antaranya Wali Allah yaitu aulia Allah Syekh Abdul Qadir Jailani,” ujar KH. Muhammad Syafi’i Aslam.
Selain itu, ia juga berpesan akan pentingnya menanamkan sikap tawadhu dan sifat dermawan sebagai bagian dari akhlak mulia yang perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selanjutnya, seluruh rangkaian Haul Akbar Sultanul Aulia Sayyidi Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Qaddasallahu Sirrahu serta Masyayikh Mursyid Thariqah Al-Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah Tahun 2026 kemudian ditutup dengan doa bersama. (eng)






