LIVE TV
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Anwar Sadat Ikut Prihatin dan Serahkan Bantuan Tutup Festival Arakan Sahur, Bupati Ceritakan Kenangan Masa Kecil Safari Ramadhan Betara Kiri, Bupati Paparkan Peruntukkan Zakat dari TPP Polres Tanjabbar Gelar Apel Operasi Ketupat Idul Fitri 1443H Bupati Anwar Sadat Sidak, Harga Sembako di Tungkal Stabil

Home / DAERAH JAMBI

Rabu, 28 Juli 2021 - 15:49 WIB

Rapat Paripurna Fraksi Sampaikan Pandangan Umum RPJMD Tahun 2021 – 2026

DEWARTA.COM – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) melakukan rapat paripurna kedua penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2021-2026, Rabu (28/7/2021)

Dalam kesempatan ini turut hadir Wakil Ketua DPRD Ahmad Jahfar, SH Wakil Ketua H. Muh. Sjafril Simamora,SH dan anggota DPRD Tanjabbar. Kemudian, turut hadir Wakil Bupati Tanjabbar Hairan, SH, dan Forum Pimpinan Daerah (Forkompimda).

Rapat paripurna ini di pimpin Wakil Ketua DPRD Tanjabbar Ahmad Jahfar, SH mengatakan atas nama pimpinan dewan rapat paripurna dibuka untuk umum. Rapat ini kata H Abdullah, merupakan rapat pandangan fraksi di DPRD atas nota pengantar Bupati Tanjabbar pada RPJMD Kabupaten Tanjabbar 2021 – 2026.

“Kali ini penyampaian umum pandangan fraksi fraksi yang ada di DPRD yang membawakan suara masing fraksi fraksi,”ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Dedi Hadi dalam pandangan fraksinya mengatakan Partai Golkar mempertanyakan beberapa persoalan yang tercanum dalam RPJMD pertama persoalan kemiskinan, pemerataan infrastruktur wilayah yang belum merata. Kemudia capaian pembangunan infrastrukrut yang masih banyak ketimpangan, pertumbuhan ekonomi yang masih terpusat.

Belum meratanya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemudian, Tanjabbar masij dinilai lamban dalam pembangunan investasi teknologi informasi untuk memperkuat layanan publik, data base maupun percepatan informasi.

“Bagaimana upaya pemerintah daerah mendorong adanya perbaikan semua aspek yang fraksi Golkar sebutkan diatas,” kata Dedi Hadi.

Baca Juga  DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ 2021

Ketua Fraksi Partai Gerindra, H Assek, mengatakan secara umum dalam nota pengantar RPDJD tersebut sudah sejalan dan mengakomodir semua masukan namun ada beberapa hal yang perlu di sampaikan guna menjadi masukan.

“Kami berharap dalam RPJMD ini Pemkab Tanjabbar perlu menbuat suatu sistem perencanaan berbasis teknologi informasi tepat guna untuk tata kelola pemetintah yang lebih baik,” ujar H Assek.

Selajutnya, Fraksi Gerindra meminta kepada pemerintah daerah untuk membuat peta pemulihan ekonomi daerah pasca pandemi dan mengorganisir semua pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan. Selain itu, pemerintah harus mendorong pengusaha menengah untuk membantu pemulihan ekonomi kepada UMKM.

“RPJMD 2021 – 2026 hendaknya harus disinergikan dengan Visi Misi Bupati dan wakil bupati.”tandasnya

Selertaris Fraksi PAN Nova Anggun Sari,SH mengatakan di masa pandemi ini PAN menyikapi isu strategis pertama mendorong peningkatan pemberdayaan UMKM sebagai landasan masyarakat di tengah sulitnya pandemi. Kedua, mengingkatkan revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital untuk UMKM. Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk memperlancar roda ekonomi masyarakat dan pedesaan. Ke empat, PAN meminta dalan RPJMD ino untuk dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat standar hidup sehat untuk masyarakat.”Semua ini menjadi sorotan dari fraksi PAN.”tandasnya

Ketua Fraksi PKB Muhammad Zaki l, ST mengatakan PKB mempertanyakan dalam RPJMD PAD Tanjabbar terganbar sebesar Rp 121 miliar dan pendanaan yang di rencanajan KUA APBD 2022 sebesar Rp 94 miliar. “Kami F PKB meminta pemerintah menjelaskan mana yang menjadi pedoman, berhubung keduanya belum disepakati bersama,”katanya

Baca Juga  Pemkab Tanjabbar Hadiri Acara Penutupan Gernas BBI

Kemudia disektor pendidikan PKB mempertanyakan bagaimana pemkab memberikan kesejehateraan kepada para guru honorer, kesehatan guru pada guru pesantren, madrasah dan diniah serta sekolah lainnya.”Guru sangat penting sebagai peningkatan kualitas pendidikan,”ujarnya.

Dalam kesehatan, pemerintah harus memperhatikan tenanga kesehatan di daerah terpencil. “Perhatian kusus dan pengangaran yang berlebih.”tandasnya.

Anggota Fraksi Nasdem PPP mengatakan pihaknya mengingatkan bupati dan wakil bupati agar kedepan mampu melihat secara cerdas agar pemerintah dapat menganggarkan pendukung dari berbagai sektor.

“Masih banyak yang perlu di tuntaskan dalan RPJMD terkait masyarakat miskin, stanting, dan persoalan air bersih.”tandasnya

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Satria Tubagus Rian hermawan, SH mengatakan dalam bidang ekonomi PDIP terbatasnya lapangan pekerjaan, penduduk miskin yang masih tinggi, rendahnya produkifitas UMKM dan tingkat investasi.

Kemudian, isu strategis masyarakat miskin, stanting, air bersih, listrik yang belum secara penuh dinikmati masyarakat. “Kita meminta hal ini menjadi perhatian serius bupati dan wakil bupati.”tandasnya

Sekertaris Fraksi Tanjabbar Bersatu, Jamal Darmawan Sie mengatakan RPJMD merupakan pengawalan visi misi bupati maka harus serius dan harus selaras.

“Kami juga meminta kepada bupati untuk membuka investasi yang lebih luas,” tandasnya. (sya)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Kapolres Tanjab Barat Tinjau Pos Pelayanan Lebaran di Perbatasan Jambi-Riau

DAERAH JAMBI

Bupati Ikuti Kegiatan Serbuan Vaksin TNI Kodim 0419/Tanjab di Betara

DAERAH JAMBI

KH Anwar Sadat : Idealnya, Jangan Ada Pagar Pemisah Antara Pemerintah dan Rakyat

DAERAH JAMBI

Bawa Kesejukan, UAS Disambut Baik di Pematang Lumut, Warga : Insyaallah Kami Nomor 2

DAERAH JAMBI

Pemkab Tanjabbar Perkuat Kerjasama dengan Pemprov Riau Bangun Konektivitas Pembangunan

DAERAH JAMBI

Wabup Hairan Cek Jembatan Rusak di Desa Intan Jaya

DAERAH JAMBI

Pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar Terpilih Anwar Sadat dan Hairan Berjalan Mulus

DAERAH JAMBI

KNPI dan KPU Bersinergi Edukasi Pemilih Pemula di Tanjab Barat