Puji Kegigihan Kartini Anshar, UAS Beber Alasan Pilih Nama Kartini Anshar

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2020 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEWARTA.COM – Barisan relawan pemenangan Drs KH Anwar Sadat, M.Ag – Hairan,SH (Anshar), semakin terlihat rajin dan solid melakukan komunikasi politik dan sosialisasi ke masyarakat.


Tak ketinggalan barisan relawan Kartini Anshar pun mulai terlihat mengepakkan sayapnya hingga ke pelosok Desa dan Kelurahan.


Melihat keuletan barisan Kartini Anshar yang mulai terbentuk di banyak titik mata pilih itu, Calon Bupati Tanjab Barat, Ustadz KH Anwar Sadat (UAS) mengucapkan rasa syukur dan apresiasi kepada para relawan pendukung yang gigih dan ulet membawa semangat perubahan dan keberkahan bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Alhamdulillah, khusus Kartini Anshar ini kita andalkan untuk mengajak suaminya ikut juga menjadi bagian dari barisan Anshar. Karena biasanya suami ini nurut dengan istri,” ujar UAS, melontarkan guyonan sekaligus apresiasi atas partisipasi dan semangat barisan Kartini Anshar yang dikomandoi Hj Fadhilah istri Cabup UAS.


“Sengaja kami sematkan istilah Kartini Anshar ini, karena sosok Kartini punya peran cukup besar dalam membangun pendidikan, moral dan mental bangsa kita ini,” ujar UAS lagi.


“Kartini merupakan murid dari Syekh Muhammad Saleh. Kartini merupakn pahlawan pertama yang minta terjemahan Al Quran ke dalam bahasa kita,” urai UAS 

Kegelisahan Kartini terjawab saat dia bertemu seorang ulama dari Darat, Semarang, Jawa Tengah. Ulama itu adalah Kiai Sholeh Darat.


Keduanya bertemu dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, paman Kartini. Saat itu, Kiai Sholeh sedang memberikan pengajaran tentang tafsir surat Al Fatihah, surat pembuka dalam Alquran. Satu hal yang sangat baru ditemui dan didengar Kartini.
Pertemuan Kartini dan sang ulama dituturkan cucu Kiai Sholeh, Fadhila Sholeh. Fadhila memaparkan hal ini lewat tulisan dalam bentuk selebaran yang terdapat di makam Kiai Sholeh di Semarang.


Sebelumnya, Kartini memang tak pernah tahu apa arti dan makna dari surat Al Fatihah meski ia sering membacanya. Kartini benar-benar terpukau dan tersedot perhatiannya.


Begitu pengajian usai, Kartini saat itu segera menemui pamannya. Ia menyampaikan keinginan bertemu Kiai Sholeh untuk berguru. Perempuan kelahiran Rembang 21 April 1879 itu bahkan sampai mendesak pamannya untuk menemani dirinya menemui sang ulama.


Usahanya tak sia-sia. Pamannya yang terenyuh melihat Kartini pun mengantarnya.


“Kiai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?” tutur Kartini membuka dialog dengan Kiai Sholeh Darat setelah berbasa-basi lazimnya orang Jawa.


Kiai Sholeh malah balik bertanya, “Mengapa Raden Ajeng mempertanyakan hal ini? Kenapa bertanya demikian?”
Dijawab oleh Kartini, “Kiai, selama hidupku baru kali ini saya berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku.”
Kartini lalu menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah diberi kesempatan memahami Al Fatihah. Kyai Sholeh tertegun. Kiai kharismatik itu tak kuasa menyela.


“Namun, saya heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Alquran. Bukankah Alquran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” ucap Kartini.
Dialog berhenti, Kiai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali bertasbih, “Subhanallah.”


Kartini telah menggugah kesadaran Kiai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar, menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.


“Dan Raden Ajeng Kartini stelah maghrib dan isya ia rajin baca al quran. Ia pun rajin berdoa bagi kebaikan bangsa,” urai UAS.


“Jadi kalau ada yang bertanya, itulah alasan kita memakai istilah Kartini Anshar ini,” jelas UAS. (sya)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanjab Barat Tertibkan Pengendara Motor Nakal Pakai Knalpot Berisik Brong
Jumat Berbagi, Kapolres Ramadhanil dan Bupati Anwar Sadat Duduk Sarapan Bersama “Wong Cilik” ‎
‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026
Pemkab Tanjab Barat Rampungkan Kemitraan Kebun Masyarakat Enam Desa di Tebing Tinggi
Sambut Mahasiswa PKL, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Pembangunan Transportasi ‎
Sekda Tanjab Barat Ingatkan PPPK Paruh Waktu di Tahun 2027 Harus Berpredikat Baik
Bupati Tanjab Barat Hadiri Haul ke-7 Ilmi wa Dzikri Al Hidayah di Kota Jambi
Bupati Anwar Sadat Buka Lomba antar Pondok Pesantren se-Tanjab Barat Hari Santri ke-12
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Satlantas Polres Tanjab Barat Tertibkan Pengendara Motor Nakal Pakai Knalpot Berisik Brong

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Jumat Berbagi, Kapolres Ramadhanil dan Bupati Anwar Sadat Duduk Sarapan Bersama “Wong Cilik” ‎

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:26 WIB

‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pemkab Tanjab Barat Rampungkan Kemitraan Kebun Masyarakat Enam Desa di Tebing Tinggi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Sambut Mahasiswa PKL, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Pembangunan Transportasi ‎

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Bupati Tanjab Barat Hadiri Haul ke-7 Ilmi wa Dzikri Al Hidayah di Kota Jambi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Bupati Anwar Sadat Buka Lomba antar Pondok Pesantren se-Tanjab Barat Hari Santri ke-12

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Asap Makin Pekat, Bupati Tanjab Barat Kunjungi Pasien ISPA RSUD KH. Daud Arif

Berita Terbaru

DAERAH JAMBI

‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 15:26 WIB