LIVE TV
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Anwar Sadat Ikut Prihatin dan Serahkan Bantuan Tutup Festival Arakan Sahur, Bupati Ceritakan Kenangan Masa Kecil Safari Ramadhan Betara Kiri, Bupati Paparkan Peruntukkan Zakat dari TPP Polres Tanjabbar Gelar Apel Operasi Ketupat Idul Fitri 1443H Bupati Anwar Sadat Sidak, Harga Sembako di Tungkal Stabil

Home / DAERAH JAMBI / PENDIDIKAN

Jumat, 25 September 2020 - 07:03 WIB

KH Anwar Sadat : Idealnya, Jangan Ada Pagar Pemisah Antara Pemerintah dan Rakyat

DEWARTA.COM – Sebagai seorang akademisi dan tumbuh di lingkungan agamis, membuat KH Drs Anwar Sadat, M.Ag punya perspektif tersendiri dalam memandang hubungan antara pemerintah dan rakyat.


Putra ulama kharismatik, Syekh Ali Bin Abdul Wahab ini mengatakan bahwa konsep pemerintahan dalam bingkai kacamatanya, seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Saling melengkapi dan saling mengisi. Dan akan berjalan tidak normal roda suatu pemerintahan, jika pemerintah yang sedang berkuasa saat itu mengambil jarak dengan rakyat atau masyarakat yang dipimpinnya.

Baca Juga  Siswa SMA 1 Minta Maaf, Bupati Ajak Yasinan

Sehingga suara rakyat tidak terdengar lagi di kuping penguasa, karena dibatasi jarak. Alhasil, jalannya demokrasi macet, keadilan dan kesejahteraan hanya sebatas impian dari seabrek program dan janji janji manis yang sulit terealisasi.

“Seperti satunya rohani dan jasmani, maka rakyat dan pemerintah mestinya tidak ada pagar pemisah. Harus dihancurkan  pagar pemisah itu, jika ingin keadilan dan kesejahteraan terwujud,” urai mantan staf pengajar  di Fakultas Ushuluddin IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi ini, Jumat (25/9/20).


Dengan tidak adanya tembok tebal pagar pemisah, lanjut mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi itu, maka insyaallah jalannya konsep demokrasi akan berjalan dengan baik, keadilan dan kesejahteraan insyaallah bisa terwujud. 

Baca Juga  Hattrick! Bupati Anwar Sadat Terima 3 Piagam Penghargaan dari KPK RI


Sehingga pemerintahan otoriter yang cenderung bertindak sesuka hati, lalu memasang tembok pagar tinggi sebagai pemisah antara rakyat dan pemerintah tidak punya tempat lagi di hati rakyat.


“Sebaliknya, dalam pandangan saya, rakyat itu justru nomor 1, dan pemerintah nomor 2,” ujar sosok yang pernah memgambil konsentrasi disertasi ilmu politik saat menempuh studi doktoral di salah satu Universitas di Yogyakarta itu. (*)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Bupati Ikuti Rakor Virtual Kepala Daerah Se-Indonesia

DAERAH JAMBI

Bupati Vidcon Pengembangan Wilayah Dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur

DAERAH JAMBI

Reses Pertama Masa Sidang I, Ketua DPRD Tampung Aspirasi

DAERAH JAMBI

Ketua DPRD, H Abdullah : Sukses Vaksin Ini Sukses Kita Bersama

DAERAH JAMBI

Ditinggal Fachrori, Safrial Diprediksi All Out Menangkan Cici Halimah di Pilbup Tanjabbar

DAERAH JAMBI

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

DAERAH JAMBI

Dukungan Parpol Cukup, Muklis – Supardi Siap Daftar KPU Tanjabbar

DAERAH JAMBI

KPU Tetapkan Sah! 3 Paslon Bertarung di Pilkada Tanjabbar