LIVE TV
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Anwar Sadat Ikut Prihatin dan Serahkan Bantuan Tutup Festival Arakan Sahur, Bupati Ceritakan Kenangan Masa Kecil Safari Ramadhan Betara Kiri, Bupati Paparkan Peruntukkan Zakat dari TPP Polres Tanjabbar Gelar Apel Operasi Ketupat Idul Fitri 1443H Bupati Anwar Sadat Sidak, Harga Sembako di Tungkal Stabil

Home / DAERAH JAMBI / POLITIK

Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:24 WIB

Guru Madrasah Curhat ke Cabup UAS, Minta Tambah Gaji Rp 50 Ribu, Hasilnya Kecewa

DEWARTA.COM – Di hadapan relawan dan pendukung, Calon Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs KH Anwar Sadat, M.Ag (UAS) menuturkan, ia pernah mendengarkan keluh-kesah para guru agama yang sehari-harinya memberikan pendidikan agama dan moral kepada para anak didiknya.


Di antara para guru itu kemudian curhat bercerita tentang minimnya penghargaan terhadap para guru agama. 


Mereka pernah mengajukan usulan minta tambah gaji. Gaji mereka yang perbulan sebesar Rp 250 ribu, mereka minta ditambah sebesar Rp 50 ribu. Sehingga perbulan bisa dapat gaji Rp 300 ribu.

Namun permintaan itu tidak dikabulkan. 
Lalu ada juga guru agama yang perbulannya hanya dihargai sebesar Rp 100 ribu perbulan. Kenyataan ini membuat para guru agama yang sebagian besar mengajar di madrasah madrasah ini harus legowo suara mereka tidak didengarkan pembuat kebijakan.

Baca Juga  Rapat Paripurna Istimewa DPRD Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

“Kalau ustad nya ahli hisap (merokok) dengan permintaan gaji Rp 300 ribu sebulan itu berarti ustadnya cuma bisa beli setengah bungkus rokok. Kalau mau beli sebungkus ustad nya harus nombok (uangnya). Karena sebungkus rokok kan seharga Rp 20 ribu,” kata UAS, mencoba menyelami kesulitan hidup para guru agama tersebut.


“Minta tambah gaji sebesar Rp 50 ribu, dan itu pun tidak disetujui si pembuat kebijakan. Kalau menurut saya, bukan Rp 50 ribu. Tapi dua kali lipat jadi Rp 500 ribu minimal gaji para guru madrasah ini perbulan,” ujar UAS.


Hal ini kata UAS, karena mengingat beban tugas para guru madrasah mengajar, mendidik anak anak yang sebenarnya cukup berat.


Selain itu, ada guru agama yang sebulan digaji rata-rata Rp 100 ribu. 


“Maksud saya inilah gambaran betapa tidak ada keadilan dalam pendidikan. Pendidikan madrasah itu juga pendidikan. Madrasah itu sesuai amanah undang undang mencerdaskan bangsa, dan mestinya diperlakukan sama dengan sekolah umum lainnya,” ujar UAS, mengaku prihatin melihat ketidakadilan yang dibiarkan terjadi di depan mata.

Baca Juga  KPU Tetapkan Sah! 3 Paslon Bertarung di Pilkada Tanjabbar


Dikatakan UAS, orang yang tidak memperhatikan urusan umat Islam, agama dan pendidikan Islam maka kata Nabi Muhammad SAW, dia bukan termasuk golonganku. 


“Maka kami tidak mau termasuk golongan orang yang tidak memperhatikan urusan pendidikan dan agama,” tegas UAS.

“Itulah makanya kami minta Ustadz Anwar maju calon bupati untuk memperjuangkan kami ini,” Kata perwakilan para guru madrasah di hadapan UAS. 


“Kalau ustadz Anwar tidak memperhatikan kami siapa lagi yang akan memperhatikan kami. Karena bupati punya kebijakan, dan sampai hari ini permintaan kami itu belum dikabulkan,” timpal yang lain. (sya)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Pelantikan Anwar Sadat dan Hairan Berjalan Mulus

DAERAH JAMBI

Cici Abaikan Ajakan Golkar, Ini Kata Faisal Alwi

DAERAH JAMBI

Polres Usut Pesan Berantai Hoax Terjadi OTT ke Salah Satu Paslon Pilkada Tanjabbar

DAERAH JAMBI

Jawab Kritikan, H Assek : Untuk Apa Cerita Besar, Kalau Yang Kecil Tidak Selesai

DAERAH JAMBI

Khatib Jumat di Masjid Nurul Ikhlas, Bupati Ajak Sambut Ramadhan Penuh BERKAH dengan Hati Gembira

DAERAH JAMBI

Jalan Licin Kendaraan Terjebak di Jembatan Sugeng

DAERAH JAMBI

Geger, Warga Temukan Bayi Mengapung di Pelabuhan TPI Tanjabbar

DAERAH JAMBI

Tegaskan Perubahan, UAS Tidak Ingin Lagi Sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan Dikucilkan