LIVE TV
JN Menang Telak, Nahkodai Yayasan Budhi Luhur Kuala Tungkal PT LPPPI Sukses Hidupkan Kawasan Hijau, Panen Semangka “Montok” Bersama Petani Binaan Sijago Merah Ngamuk Lagi Tengah Malam di Pemukiman Warga, Belasan Bangunan Ludes Pelantikan Panwascam Tanjab Barat Berlangsung Khidmat, Ketua Bawaslu : Hari Ini Istimewa Miris, 31 Kali Kebakaran Januari Hingga Oktober 2022 di Tanjabbar

Home / DAERAH JAMBI / POLITIK

Jumat, 16 Oktober 2020 - 14:24 WIB

Guru Madrasah Curhat ke Cabup UAS, Minta Tambah Gaji Rp 50 Ribu, Hasilnya Kecewa

DEWARTA.COM – Di hadapan relawan dan pendukung, Calon Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs KH Anwar Sadat, M.Ag (UAS) menuturkan, ia pernah mendengarkan keluh-kesah para guru agama yang sehari-harinya memberikan pendidikan agama dan moral kepada para anak didiknya.


Di antara para guru itu kemudian curhat bercerita tentang minimnya penghargaan terhadap para guru agama. 


Mereka pernah mengajukan usulan minta tambah gaji. Gaji mereka yang perbulan sebesar Rp 250 ribu, mereka minta ditambah sebesar Rp 50 ribu. Sehingga perbulan bisa dapat gaji Rp 300 ribu.

Namun permintaan itu tidak dikabulkan. 
Lalu ada juga guru agama yang perbulannya hanya dihargai sebesar Rp 100 ribu perbulan. Kenyataan ini membuat para guru agama yang sebagian besar mengajar di madrasah madrasah ini harus legowo suara mereka tidak didengarkan pembuat kebijakan.

Baca Juga  Polsek Tebing Tinggi Amankan Pasutri dan Sabu

“Kalau ustad nya ahli hisap (merokok) dengan permintaan gaji Rp 300 ribu sebulan itu berarti ustadnya cuma bisa beli setengah bungkus rokok. Kalau mau beli sebungkus ustad nya harus nombok (uangnya). Karena sebungkus rokok kan seharga Rp 20 ribu,” kata UAS, mencoba menyelami kesulitan hidup para guru agama tersebut.


“Minta tambah gaji sebesar Rp 50 ribu, dan itu pun tidak disetujui si pembuat kebijakan. Kalau menurut saya, bukan Rp 50 ribu. Tapi dua kali lipat jadi Rp 500 ribu minimal gaji para guru madrasah ini perbulan,” ujar UAS.


Hal ini kata UAS, karena mengingat beban tugas para guru madrasah mengajar, mendidik anak anak yang sebenarnya cukup berat.


Selain itu, ada guru agama yang sebulan digaji rata-rata Rp 100 ribu. 


“Maksud saya inilah gambaran betapa tidak ada keadilan dalam pendidikan. Pendidikan madrasah itu juga pendidikan. Madrasah itu sesuai amanah undang undang mencerdaskan bangsa, dan mestinya diperlakukan sama dengan sekolah umum lainnya,” ujar UAS, mengaku prihatin melihat ketidakadilan yang dibiarkan terjadi di depan mata.

Baca Juga  Bawaslu Tanjabbar Didampingi Polisi Grebek Ratusan Paket Sembako Siap Edar di Posko 02 Ciis


Dikatakan UAS, orang yang tidak memperhatikan urusan umat Islam, agama dan pendidikan Islam maka kata Nabi Muhammad SAW, dia bukan termasuk golonganku. 


“Maka kami tidak mau termasuk golongan orang yang tidak memperhatikan urusan pendidikan dan agama,” tegas UAS.

“Itulah makanya kami minta Ustadz Anwar maju calon bupati untuk memperjuangkan kami ini,” Kata perwakilan para guru madrasah di hadapan UAS. 


“Kalau ustadz Anwar tidak memperhatikan kami siapa lagi yang akan memperhatikan kami. Karena bupati punya kebijakan, dan sampai hari ini permintaan kami itu belum dikabulkan,” timpal yang lain. (sya)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Bupati Bersama Kapolres dan Kaban Kesbangpol Canangkan Kampung Bebas Narkoba di Kampung Nelayan

DAERAH JAMBI

Bupati Bersama Kadishub Tinjau Dermaga Apung Ambruk di Tanjung Senjulang, Janji Segera Perbaiki

DAERAH JAMBI

Debat Publik Pilkada Tanjabbar Malam Ini Disiarkan Live di TVRI dan Medsos

POLITIK

Di Hadapan Warga Parit 2, Jahfar Blak-blakan, Saat Ini UAS-Katamso Paling Layak Pimpin Tanjabbar

DAERAH JAMBI

Wabup Katamso Hadiri Pelayanan KB-KR dalam Kirab Bangga Kencana Harganas ke-32

DAERAH JAMBI

Kejari Tanjab Barat Dipercaya Jadi Irup Peringati Hardiknas, Ingatkan Belajar Butuh Adaptasi dan Perjuangan

DAERAH JAMBI

Sepanjang Tahun 2024, Polres Tanjab Barat Berhasil Tuntaskan Ratusan Kasus

DAERAH JAMBI

Bupati Hadiri Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi di Dusun Mudo