LIVE TV
Kunjungi Korban Kebakaran, Bupati Anwar Sadat Ikut Prihatin dan Serahkan Bantuan Tutup Festival Arakan Sahur, Bupati Ceritakan Kenangan Masa Kecil Safari Ramadhan Betara Kiri, Bupati Paparkan Peruntukkan Zakat dari TPP Polres Tanjabbar Gelar Apel Operasi Ketupat Idul Fitri 1443H Bupati Anwar Sadat Sidak, Harga Sembako di Tungkal Stabil

Home / DAERAH JAMBI / POLITIK

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:45 WIB

Bawaslu Bantah Tetapkan Ada Pelanggaran Pilkada di Tanjabbar, M Yasin : Berasnya Sudah Habis

DEWARTA.COM – Bawaslu Tanjab Barat bantah telah terjadi pelanggaran pilkada di Tanjab Barat.


Komisioner Bawaslu Tanjabbar Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu, M. Yasin, membenarkan ada informasi awal masuk ke Bawaslu dari salah satu tim pemenangan nomor urut 3 Muklis – Supardi (BEDA), dugaan adanya kontrak politik yang telah dilakukan oleh paslon nomor urut 2 UAS – Hairan (Anshar), dan informasi awal pemberian beras oleh tim paslon nomor urut 1 Mulyani – Amin (Mulia) di salah satu Posko tim pemenangan.


Berdasarkan informasi awal tersebut, kata Yasin, hingga kini masih dalam tahap proses pemanggilan saksi dan pengumpulan bukti. 


“Jadi saya kaget, kalau disebut ada pelanggaran. Semua masih dalam proses sampai saat ini. Baik itu soal informasi dugaan pemberian beras di salah satu posko tim pemenangan, kita akan panggil saudara Hendra Koto, dan soal kontrak politik itu kita saat ini masih proses didalami juga,” kata M Yasin di Kantor Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/10/20).

Baca Juga  AKBP Guntur: Jadilah Media yang Mencerdaskan Masyarakat


Saat ini, lanjut M Yasin, Bawaslu justru sudah menghentikan satu dugaan kasus lainnya yang hampir sama, yaitu kasus dugaan pemberian beras oleh tim paslon Nomor urut 1, Mulyani – Amin (Mulia) di lokasi yang berbeda kepada salah seorang warga yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Dimana sempat diposting ada beras sebanyak 2 kilogram, baju kaos kandidat dan sticker paslon nomor urut 1.

Baca Juga  Bupati dan Ketua TP PKK Ajak Lestarikan Batik Khas Tanjabbar


Terkait soal informasi pemberian beras kepada warga itu, Bawaslu menyatakan bahwa tidak cukup bukti. Karena beras tersebut sudah habis dan si penerima beras tidak mau membeberkan siapa orang yang telah memberikan beras tersebut, maka Bawaslu memutuskan kasus tersebut selesai atau tutup.


“Yang menerima beras tidak mau menyebut beras itu dari siapa. Sementara berasnya sudah habis dimasak. Dan ada juga kawannya yang menerima beras 5 orang tidak mau juga bicara. Makanya kasus ini selesai,” tandas M Yasin. (sya)

Share :

Baca Juga

DAERAH JAMBI

Guru Madrasah Curhat ke Cabup UAS, Minta Tambah Gaji Rp 50 Ribu, Hasilnya Kecewa

DAERAH JAMBI

Kepala Dinas di Tanjabbar Ini Terpaksa Diisolasi

DAERAH JAMBI

‘Terima Kasih Bang Usman WFC’ Tinggal Kenangan, Ganti Nama TOK-MRA Sedot Anggaran Rp140 juta

DAERAH JAMBI

Anwar Sadat: Kritikan Ciri dari Demokrasi yang Sehat, Kita Jawab Dengan Kerja Nyata

DAERAH JAMBI

AKBP Guntur: Jadilah Media yang Mencerdaskan Masyarakat

DAERAH JAMBI

Antusias Masyarakat jadi Energi Positif, UAS : Masyarakat Kita Baik, Beri Mereka Informasi yang Baik

DAERAH JAMBI

Dibuka Sekda, Muscab ke-IV HIPMI Sukses Tetapkan Budi Setiawan Sebagai Nahkoda

POLITIK

Sukseskan Pilkada, KPU Tanjabbar Rekrut 15 Relawan Demokrasi, Ini Syarat Pendaftaran