Bawaslu Bantah Tetapkan Ada Pelanggaran Pilkada di Tanjabbar, M Yasin : Berasnya Sudah Habis

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2020 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEWARTA.COM – Bawaslu Tanjab Barat bantah telah terjadi pelanggaran pilkada di Tanjab Barat.


Komisioner Bawaslu Tanjabbar Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu, M. Yasin, membenarkan ada informasi awal masuk ke Bawaslu dari salah satu tim pemenangan nomor urut 3 Muklis – Supardi (BEDA), dugaan adanya kontrak politik yang telah dilakukan oleh paslon nomor urut 2 UAS – Hairan (Anshar), dan informasi awal pemberian beras oleh tim paslon nomor urut 1 Mulyani – Amin (Mulia) di salah satu Posko tim pemenangan.


Berdasarkan informasi awal tersebut, kata Yasin, hingga kini masih dalam tahap proses pemanggilan saksi dan pengumpulan bukti. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Jadi saya kaget, kalau disebut ada pelanggaran. Semua masih dalam proses sampai saat ini. Baik itu soal informasi dugaan pemberian beras di salah satu posko tim pemenangan, kita akan panggil saudara Hendra Koto, dan soal kontrak politik itu kita saat ini masih proses didalami juga,” kata M Yasin di Kantor Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (22/10/20).


Saat ini, lanjut M Yasin, Bawaslu justru sudah menghentikan satu dugaan kasus lainnya yang hampir sama, yaitu kasus dugaan pemberian beras oleh tim paslon Nomor urut 1, Mulyani – Amin (Mulia) di lokasi yang berbeda kepada salah seorang warga yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Dimana sempat diposting ada beras sebanyak 2 kilogram, baju kaos kandidat dan sticker paslon nomor urut 1.


Terkait soal informasi pemberian beras kepada warga itu, Bawaslu menyatakan bahwa tidak cukup bukti. Karena beras tersebut sudah habis dan si penerima beras tidak mau membeberkan siapa orang yang telah memberikan beras tersebut, maka Bawaslu memutuskan kasus tersebut selesai atau tutup.


“Yang menerima beras tidak mau menyebut beras itu dari siapa. Sementara berasnya sudah habis dimasak. Dan ada juga kawannya yang menerima beras 5 orang tidak mau juga bicara. Makanya kasus ini selesai,” tandas M Yasin. (sya)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanjab Barat Tertibkan Pengendara Motor Nakal Pakai Knalpot Berisik Brong
Jumat Berbagi, Kapolres Ramadhanil dan Bupati Anwar Sadat Duduk Sarapan Bersama “Wong Cilik” ‎
‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026
Pemkab Tanjab Barat Rampungkan Kemitraan Kebun Masyarakat Enam Desa di Tebing Tinggi
Sambut Mahasiswa PKL, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Pembangunan Transportasi ‎
Sekda Tanjab Barat Ingatkan PPPK Paruh Waktu di Tahun 2027 Harus Berpredikat Baik
Bupati Tanjab Barat Hadiri Haul ke-7 Ilmi wa Dzikri Al Hidayah di Kota Jambi
Bupati Anwar Sadat Buka Lomba antar Pondok Pesantren se-Tanjab Barat Hari Santri ke-12
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Satlantas Polres Tanjab Barat Tertibkan Pengendara Motor Nakal Pakai Knalpot Berisik Brong

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Jumat Berbagi, Kapolres Ramadhanil dan Bupati Anwar Sadat Duduk Sarapan Bersama “Wong Cilik” ‎

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:26 WIB

‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pemkab Tanjab Barat Rampungkan Kemitraan Kebun Masyarakat Enam Desa di Tebing Tinggi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Sambut Mahasiswa PKL, Bupati Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Pembangunan Transportasi ‎

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Bupati Tanjab Barat Hadiri Haul ke-7 Ilmi wa Dzikri Al Hidayah di Kota Jambi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Bupati Anwar Sadat Buka Lomba antar Pondok Pesantren se-Tanjab Barat Hari Santri ke-12

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Asap Makin Pekat, Bupati Tanjab Barat Kunjungi Pasien ISPA RSUD KH. Daud Arif

Berita Terbaru

DAERAH JAMBI

‎Wabup Tanjab Barat Katamso Buka AI Creative Bootcamp 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 15:26 WIB